TINDAKAN Jabatan Agama Islam Wilayah Persekutuan (JAWI) memanggil individu berpakaian menyerupai wanita dalam acara hiburan baru-baru ini memang wajar untuk tidak membiarkan ia menjadi norma sosial yang diterima dalam kalangan masyarakat. Fenomena lelaki berpakaian menyerupai wanita ini bukan baharu, bezanya dulu ia dilakukan secara sorok-sorok, tetapi kini lebih berani, keterlaluan dan daring, mengalahkan wanita tulen. Dua tahun lalu, sebuah pertunjukan fesyen di Kedah saya hadiri, juga tular apabila tetamu wanita jadian ini, berpakaian secara mencolok mata. Walaupun pada awalnya mendapat kecaman dan pihak penganjur meminta maaf, ia senyap begitu sahaja.…
Laman web ini akan menyimpan dan menggunakan data cookies anda bagi meningkatkan pengalaman sepanjang berada di laman web kami. SETUJU
Privacy & Cookies Policy
Privacy Overview
This website uses cookies to improve your experience while you navigate through the website. Out of these cookies, the cookies that are categorized as necessary are stored on your browser as they are essential for the working of basic functionalities of the website. We also use third-party cookies that help us analyze and understand how you use this website. These cookies will be stored in your browser only with your consent. You also have the option to opt-out of these cookies. But opting out of some of these cookies may have an effect on your browsing experience.
Necessary cookies are absolutely essential for the website to function properly. This category only includes cookies that ensures basic functionalities and security features of the website. These cookies do not store any personal information.
Any cookies that may not be particularly necessary for the website to function and is used specifically to collect user personal data via analytics, ads, other embedded contents are termed as non-necessary cookies. It is mandatory to procure user consent prior to running these cookies on your website.
Lelaki lagak wanita bernilai komersial?
TINDAKAN Jabatan Agama Islam Wilayah Persekutuan (JAWI) memanggil individu berpakaian menyerupai wanita dalam acara hiburan baru-baru ini memang wajar untuk tidak membiarkan ia menjadi norma sosial yang diterima dalam kalangan masyarakat. Fenomena lelaki berpakaian menyerupai wanita ini bukan baharu, bezanya dulu ia dilakukan secara sorok-sorok, tetapi kini lebih berani, keterlaluan dan daring, mengalahkan wanita tulen. Dua tahun lalu, sebuah pertunjukan fesyen di Kedah saya hadiri, juga tular apabila tetamu wanita jadian ini, berpakaian secara mencolok mata. Walaupun pada awalnya mendapat kecaman dan pihak penganjur meminta maaf, ia senyap begitu sahaja.…
Sila Log Masuk atau Langgan untuk membaca berita sepenuhnya
Media Mulia TV
Copyright © 2024 Media Mulia Sdn Bhd 201801030285 (1292311-H). All Rights Reserved